Melepas Ibu Eni Puji Rahayu, S.Pd., SD: Jejak Pengabdian dan Kehilangan di SDN 3 Jangkar

Suasana haru menyelimuti keluarga besar SDN 3 Jangkar menyusul kabar mutasi Ibu Eni Puji Rahayu, S.Pd., SD ke sekolah lain. Keputusan ini, meski merupakan bagian dari dinamika pengabdian seorang pendidik, tak urung meninggalkan perasaan kehilangan yang mendalam bagi seluruh warga sekolah. Selama berkarya di SDN 3 Jangkar, Ibu Eni dikenal sebagai sosok guru yang tak hanya mentransfer ilmu, namun juga mengayomi dan membimbing siswa-siswi dengan penuh kasih sayang. Dedikasi dan kehangatan beliau telah mengukir jejak tak terlupakan dalam perjalanan pendidikan anak-anak, menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan inspiratif.

Kasih sayang Ibu Eni yang tulus terpancar dalam setiap interaksinya dengan para siswa. Beliau tak hanya hadir sebagai pengajar, tetapi juga sebagai sahabat, teladan, dan bahkan layaknya orang tua kedua. Banyak cerita manis terukir dari senyum dan bimbingan beliau, yang selalu sabar menghadapi beragam karakter siswa, memberikan motivasi, serta menjadi tempat mereka berkeluh kesah. Tak heran jika kabar kepergiannya terasa begitu berat, terutama bagi siswa-siswi yang telah merasakan sentuhan keibuan dan bimbingan beliau secara langsung.

Bagi rekan-rekan guru, mutasi Ibu Eni Puji Rahayu adalah kehilangan seorang kolega sekaligus sahabat seperjuangan. Segala upaya untuk menahan kepergian beliau terasa mustahil, karena ini adalah sebuah keputusan yang harus dihormati. Yang bisa dilakukan hanyalah menghaturkan ucapan terima kasih tak terhingga atas pengabdian, dedikasi, dan waktu berharga yang telah diberikan Ibu Eni untuk SDN 3 Jangkar. Semoga di tempat pengabdian yang baru, semangat Ibu Eni semakin bertambah, terus berkarya, dan menjadi inspirasi bagi lebih banyak anak didik. Selamat jalan, Ibu Eni, semoga sukses selalu!